Headlines News :
Home » » sejarah dan metode psikologi perkembangan

sejarah dan metode psikologi perkembangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perhatian dan pengamatan terhadap perkembangan anak sudah ada sejak abad ke-5 SM. Pemikiran dan pendapat para filsuf seperti Plato, Aristoteles dan Socrates tentang perkembangan anak masih menyatu dengan filsafat, belum merupakan suatu ilmu yang berdiri sendiri B. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah Sejarah Singkat Psikologi Perkembangan? 2. Bagaimanakah Metode Psikologi Perkembangan? BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Singkat Psikologi Perkembangan Perhatian dan pengamatan terhadap anak-anak oleh para filsuf sebenarnya sudah sejak abad ke-5 sebelum masehi. Hal ini dapat dibuktikan apabila secara teliti mempelajari pendapat-pendapat antara lain: Plato (427-347 sebelum masehi), orang yang pertama kali yang menyusun teori pendidikan secara teratur, Aristoletes (384-322 SM), orang yang mengendaki pendidikan agar menciptakan kehidupan nasional sehingga ia menitikberatkan perkembangan individu. Socrates (469-399 SM) ia adalah sebagai peletak abad-abad itu di Yunani dan Romawi. Walaupun kebanyakan mereka itu masih menganggap sama antara anak-anak dan orang dewasa, perbedaan antara keduanya hanya terletak pada ukuran fisiknya belaka. Akan tetapi setidak-tidaknya perhatian dan anggapan mereka terhadap anak-anak itu, menunjukkan bukti adanya pemikiran tentang perkembangan anak pada zaman itu. Pemikiran dan pendapat para filsuf terhadap anak pada zaman itu. Pemikiran dan pendapat para filsuf terhadap anak pada waktu itu masih menyatu dengan filsafat (induk dari segala ilmu), belum merupakan sutu ilmu yang berdiri sendiri. Baru pada akhir abad ke-18 psikologi perkembangan menyusul sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri. Lahirnya ilmu ini diawali dengan timbulnya aliran philanthropisinme, suatu paham yang mencintai sesama manusia terutama terhadap anak-anak. Pendiri aliran ini adalah Johan Bernhard Basedow (1723-1970 Jerman). Pendapatnya yang penting dari aliran ini adalah: a. Pengajaran harus diselaraskan dengan jalan perkembangan anak b. Manusia itu pada dasarnya baik c. Pengajran harus dimulai dengan bendanya (peragaan) d. Pengajaran harus menggembirakan dan menarik Pengikut aliran ini antara lain: Rochim Heinrich Campe (1746-1818), Christian Gotthilf Salzman (1744-1811), Gust-Muths (1759-1839). Karena pendapat-pendapatnya tersebut, aliran Philanthropinisme inilah yang mengantarkan lahirnya psikologi perkembangan. Yang disponsori oleh Wilhelm Preyar, (seorang dokter Jerman 1842-1897) yang telah berkarya mengadakan penelitian selama tiga tahun dan menulisnya hasil penelitian tersebut secara sitematis dengan judul: Die Seele Des Kindes (The minf of the Child) yang berarti jiwa anak, dan diterbitkan pada tahun 1882. Disebabkan buah karya ilmiahnya itulah ia dikenal sebagai Bapak Psikologi Perkembangan. Tidak lama kemudian maka tampillah beberapa ilmuan yang giat mengadakan penelitian, serta penulisan-penulisan yang menelaah tentang perkembangan gejala jiwa anak. Dapat disebutkan disini antara lain: a. Di Jerman - Pasangan suami isteri William Stern dan Clara Stern dengan bukunya Psychologie der Pruchen Kindheit (Psikologi anak pada usia sangat muda) tahun 1914. - Juga Chorlotte Buhler dan suaminya Karl Buhler dengan bukunya Kindheit und Jugend (masa anak-anak muda) tahun 1928. b. Di Amerika - Granvilie Stanley Hall dengan bukunya Adolescence (masa adolesen) tahun 1904 dan lain-lain c. Di Inggris - Herbert Spencer dengan The Principles of Psychology. (Prinsip-prinsip psikologi) tahun 1970. - J. Sully dengan Studies in Childhood (studi tentang bentuk anak) tahun 1893 dan lain-lain. d. Di prancis - Alfred Binet, ia dikenal sebagai orang yang berhasil dalam penalitian kecerdasan anak tahun 1895. e. Di Swis - Jean Piager, banyak sekali karaya tulisnya anataralain Play, Dreams and Imitation (bermain mimipi dan dan meniru) tahun 1951. f. Begitu juga di Indonesia - Ki Hajar Dewantara dengan taman Indriannya, Taman Siswanya. Prof. Abdul Sigit, Prof. Dr. Toedung Sutan Gunung Mulia, dan lain-lain. Masih banyak lagi para psikolog yang tidak sempat di uraikasn di sini seperti di Belanda: Kohnstamm, Langeveld, di Italia: Dr. Maria Montessori, di Uni Soviet, Pavlov, Rubinstein dan lain sebagainya. B. Metode Psikologi Perkembangan Teknik dan cara penyelidikan yang dipakai dalam psikologi perkembangqan, pada prinsipnya sama dengan cara penelitian yang digunakan dalam ilmu pengetahuan lainnya, sehingga banyak cara yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dalam ilmu ini, antara lain: 1. Metode eksperimen dan tes Penerapan metode ini yakni dengan mengadakan percobaan-percobaan kepada seorang anak untuk selanjutnya disimpulkan hasilnya. Dan biasanya diadakan percobaan ulang untuk mendapatkan hasil untuk dicocokkan dengan hasil pertama (dites), melalui standar atau ukuran-ukuran tertentu. Metode ini pernah dilakukan oleh A. Gesell, Simon dan lain-lain. 2. Metode klinis Cara ini diterapkan dalam rangka untuk memperoleh kesimpulan adanya kelainan jiwa untuk selanjutnya, dapat diberikan pengobatan. Biasanya dilakukan melalui percakapan, pemberian tugas, permainan. Umumnya metode ini digunakan di rumah sakit bagi pasiennya yang dilakukan oleh para psikiater. Metode ini peprnah dilakukan oleh Jean Piaget. 3. Metode observasi Pada dasarnya metode ini adalah metode yang paling dasar dilakukan dari semua metode yang ada. Yakni mengadakan pengamatan secara cermat, dan sistematis serta membutuhkan adanya keluwesan tertentu (tidak kaku). Agar semua aktivitas anak yang diselidiki selalu wajar. Kegiatan ini harus diiringi degnan pencatatan hasil secara teliti dari gejala yang ada. 4. Metode cross section methode Pelaksanaan metode ini adalah dengan meneliti seseorang atau sekelompok anak yang setaraf dalam waktu tertentu untuk selanjutnya hasilnya dibandingkan (disilang) dengan anak setaraf lainnya, dan kemudian disimpulkan sebagai wujud hasil akhir penelitian. Metode ini pernah digunakan oleh Arnold Gesell. 5. Metode longitudinal-method Operasionalisasi dari metode ini adalah dengan cara meneliti seseorang atau beberapa orang anak tertentu dimulai dari dalam kandungan, sampai lahir hingga dewasa, tanpat diadakan cross (silang). Didalam metode ini perlu diingat akan kemungkinan gangguan kontinuitas penelitian, antara lain, pindah tempat, meninggal dunia, sakit dan lain-lain. Metode ini pernah digunakan oleh Willard C. Olson. 6. Metode interview Menggunakan metode ini sangat lazim dan praktis digunakan oleh para orang tua. Pendidik untuk menyelidiki kondisi anak-anak didiknya dengan cara megnadakan tanya jawab atau wawancara. Walaupun tampaknya sederhana metode inipun membutuhkan adanya keterampilan tersendiri dan menghindari kesan yang dibuat-buat (semu), sehingga menyulitkan diperolehnya data yang dikehendaki yyakni data yang asli. 7. Metode questionnaire atau angueto Penggunaannya cukup dengan menyodorkan daftar pertanyaan yang sudah disistematisasi sedemikian rupa dan diselaraskan dengan tujuan penelitian, untuk dpaat dijawab secara tepat dan benar. Yang perlu diperhatikan pada metode ini antara lain bahasa untuk dapat dimengerti oleh anak. Setelah jawaban diperoleh, pekerjaan berikutnya adalah menarik kesimpulan. 8. Metode colection Ini dapat dikerjakan dengan mengumpulkan segala sesuatu yang merupakan karya atau kegemaran anak-anak, antara lain: surat-surat catatan harian (dairy), karangan, perangko, lukisan foto, dan lain-lain. Dari bahan-bahan tersebut sangat bermanfaat untuk dipelajari dan selanjutnya dianalisis serta diambil kesimpulan. Kegiatan ini pernah juga dilakukan oleh J. Sully dan lain-lain. Setelah menggunakan metode-metode tertentu sebagaimana telah diterangkan di atas, akan memperoleh sejumlah data yang diperlukan. Untuk selanjutnya dianalisis dalam rangka memperoleh kesimpulan hasil penyelidikan gejala jiwa anak. Agar dapat diperoleh hasil yang lebih baik, maka seyogianya penelitian dapat melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Mampu mendeskripsi atau mengasosiasikan keadaan gejala jiwa yang timbul pada diri anak. b. Menganalisis atau menelaah gejala jiwa tersebut, dengan mendasarkan pada teori-teori psikologi, secara cermat. c. Menarik kesimpulan, untuk dapat menentukan alternatif kebijaksanaan penyelesaian yang harus segera diambil. BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan tersebut diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa, Teknik dan cara penyelidikan yang dipakai dalam psikologi perkembangqan, pada prinsipnya sama dengan cara penelitian yang digunakan dalam ilmu pengetahuan lainnya, sehingga banyak cara yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dalam ilmu ini, antara lain: 1. Metode eksperimen dan tes 2. Metode klinis 3. Metode observasi 4. Metode cross section methode 5. Metode longitudinal-method 6. Metode interview 7. Metode questionnaire atau angueto 8. Metode colection DAFTAR PUSTAKA Dra. Desmita, M.Si. Psikologi Perkembangan. Remaja Rosdakarya, Bandung, tt Fauzi, H. Ahmad. Psikologi Umum. CV Pustaka Setia, Bandung. 2008
Share this article :

Blog Archive

Digital clock

Followers

Search This Blog

Loading...

Blogger Themes

Random Post

Google+ Followers

Bagaimana Pendapat Anda dengan Blog ini?

Trending Topik

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

RussianPortugueseJapaneseKoreanArabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG
script>

Google+ Badge

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Berbagai Kumpulan Makalah - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template