Headlines News :

Lomba Blog BPJS Ketenagakerjaan

Home » » keterampilan menggunakan variasi

keterampilan menggunakan variasi

BAB I PEMBAHASAN A. Pengertian Ketrampilan menggunakan variasi merupakan salah satu keterampilan mengajar yang harus di kuasai oleh guru. Dalam proses pemajaran, tidak jarang rutinitas yang dilakukan guru seperti masuk kelas, mengabsen siswa, menagih pekerjaan rumah ,atau memberikan pertanyaan-pertanyaan membuat siswa jenuh dan bosan. Subjek didik adalah anak manusia yang memiliki keterbatasan tingkat konsentrasi sehinggga membutuhkan suasana yang membuat mereka fresh dan bersemangat kuntuk melanjutkan kegiatan pembelajaran, atau mengubah pola interaksi dengan maksud menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. B. Tujuan Penggunaan variasi pengajar yang dilakukan guru di maksudkan untuk: (1) menarik perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran yang tengah dibicarakan, (2) menjaga kestabilan proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental, (3) membangkitkan motivasi belajar selama proses pembelajaran, (4) mengatasi istuasi dan mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran, dan (5) memberikan kemungkinan layanan pembelajaran individual. C. Prinsip-Prinsip Penggunaan Penggunaan keterampilan mengadakan variasi mengajar seyogyanya memnuhi prinsip-prinsip antara lain: (1) relevan dengan tujuan pembelajaran bahwa variasi mengajar digunakan untuk menunjang tercapainya kompetensi dasar, (2) kontinu dan fleksibel, artinya variasi digunakan secara terus-menerus selama KBM dan fleksibel sesuai kondisi, (3) antusiasme dan hangat yang ditunjukkan oleh guru selama KBM berlangsung dan (4) relevan dengan tingkat perkembangan peserta didik. D. Komponen Keterampilan Variasi Mengajar Keterampilan variasi mengajar meliputi: 1. Variasi gaya mengajar 2. Variasi media mengajar 3. Variasi interaksi belajar mengajar Berikut ini akan dijelakan satu persatu variasi mengajar tersebut, yakni: 1. Variasi gaya mengajar Variasi mengajar meliputi beberapa komponen keterampilan yang mencakup hal- hal sebagai berikut : a. Variasi sura guru Untuk mengikat perhatian anak dan menjaga anak dari kebosanan, guru dapat menggunakan suara secara bervariasi ,guru dapat mennnyesuakan tinggi rendah suara dan tekanan – tekanan tertentu untuk maksud -maksud tertentu. minsalnya, suara dengan tekanan tertentu untuk menggaris bawahi konsep yang perlu mendapat perhatian khusus dari anak. Penggunaan variasi secara tepat, disamping menghilangkankesan menonton, juga untuk menimbulkan kesan khusus atas konsep dan masalah yang perlu diperhatikan anak. b. Variasi mimik dan gestural ( gerak ) Kesan antusiasme guru dapat dimunculkan dengan membuat variasi mimik dan gestural. Perubahan-perubahan mimik dapat membantu siswa untuk menangkap makna yang disampaikan guru. Begitu pula dengan gerak gestural yang bermakna dan benar dapat memudahkan anak memahai konsep. c. Perubahan posisi Perubahan posisi dapat dilakukan dengan gerakan mendekat-menjauh, atau ke kanan dan ke kiri dari arah siswa. Guru yang selalu ada ditempat maupun duduk di kursi kurang memberi motivasi pada anak. Dengan perubahan posisi, guru dapat menguasai kelas. Dengan begitu, guru dapat dengan segera mengamati perubahan-perubahan suasana belajar anak. Gerakan mendekati anak dapat menimbulkan efek psikologis bagi anak, sehingga dapat menimbulkan kesan akrab dan hangat. d. Kesenyapan (diam sejenak) Ketika guru sedang menjelaskan suatu pengetahuan tertentu (fakta, konsep, prinsip, generalisasi atau problem solving), dapat saja terjadi memudarnya perhatian anak. Apabila gejala tersebut ditemukan, tugas guru adalah membangkitkan kembali perhatian anak. Untuk itu, guru menggunakan teknik “diam sejenak”. Dengan teknik diam sejenak, membuat anak memperbarui perhatiannya. Apabila gejala perhatian anak telah muncul, guru dapat meneruskan penejelasan. Diam sejenak dapat diterapkan secara proporsional dan dengan waktu yang sangat singkat. Dalam satuan waktu belajar, apabila frekuensi penggunaan terlalu tinggi dapat menggunakan kelancaran anak dalam menguasai bagian pengetahuan yang diterangkan guru. Demikian pula “lamanya diam”, karena diam yang terlalu lama dapat menimbulkan kegelisahan pada anak. e. Pemusatan perhatian (focusing) Kemudahan belajar anak dipengaruhi pula oleh kadar perhatian yang dipusatkan anak terhadap penjelasan guru. Karena itu, guru harus bisa merangsang munculnya perhatian anak. Untuk membangkitkan perhatian anak, guru dapat melakukan teknik “pemusatan perhatian”. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan guru untuk memusatkan perhatian anak. Teknik-teknik tersebut adalah sebagai berikut: 1. Meminta anak untuk memerhatikan, “Coba perhatikan........” 2. Mengatur tekanan suara, yang bermakna perlu dapat perhatian 3. Dengan menunjukkan pengetahuan/konsep yang penting 4. Dengan menggarisbawahi konsep yang penting 5. Dengan pengulangan pengungkapan Dengan teknik-teknik tertentu, perhtian anak akan terpusat pada pengetahuan yang diharapkan guru untuk dikuasai. f. Kontak pandang (eye contact) Penguasaan suasana kelas oleh guru sangat memengaruhi perilaku belajar anak di dalam kelas. Kelas yang gaduh, tidak ada perhatian, dan tidak ada motivasi belajar bisa bersumber dari guru yang tidak dapat menguasai kelas. Dengan kontak pandang yang menyeluruh menimbulkan perasaan anak bahwa dirinya mendapat perhatian guru. Bahkan anak merasa diawasi guru. Dengan demikian, hal itu akan mengurangi peluang anak untuk menghindari belajar. Kontak pandang dapat dimaknai anak sebagai sikap antusiasme guru dalam mengajar. Jika demikian perasaan anak, anak akan tergugah motivasi belajarnya. Kebalikannya, jika pandangan guru tidak ditujukan pada anak, perhatian anak akan menurun. Begitu pula kontak pandang guru hanya tertuju pada siswa tertentu saja, dapat mengendorkan perhatian siswa yang lain. Kontak pandang dapat dilakukan dengan bervariasi. Guru dapat melakukan pandangan ke seluruh kelas, dan bervariasi ditujukan kepada kelompok siswa dan ke siswa tertentu. Penggunaan variasi tertentu dapat dilakukan dengan mempertimbangkan saat-saat yang tepat. Kondisi sesat yang terjadi di kelas dapat mendorong perlunya penggunaan variasi pandangan guru. 2. Variasi media pengajaran Media belajar, dilihat dari alat indera yang dipergunakan, dapat dibedakan menjadi media dengar, media pandang (lihat), dan media dengar-pandang yang dapat dimanipulasi anak. Variasi media belajar maksudnya adalah penggunaan media secara bervariasi antara jenis-jenis media belajar yang ada. Akan tetapi, penggunaannya tidak lepas dari pertimbangan tujuan belajar yang akan dicapai. Begitu pula, penggunaan media dimungkinkan secara serempak dua atau tiga jenis media sekaligus dalam satuan pengajaran tertentu. Variasi penggunaan media dan bahan pembelajaran yang dapat dilihat, didengar, atau diraba, dan dimanipulasi dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Alasannya antara lain (1) guru dapat menggunakan variasi media dan bahan pembelajaran yang dapat dilihat seperti menggunakan sketsa, gambar, grafik, film, foto, penayangan TV, Video atau komputer, (2) penggunaan variasi media dan bahan pembelajaran yang dapat didengar seperti rekaman, suara guru, suara murid, dan (3) penggunaan variasi media dan bahan pembelajaran yang dapat diraba dan dimanipulasi seperti tiruan benda, pengalaman langsung dan sebagainya. Kebermaknaan penggunaan keterampilan variasi mengajar tergantung pada penerapan sejumlah prinsip yang mendasarinya. Oleh karenanya, prinsip-prinsip penggunaan variasi mengajar mempunyai arti penting. 3. Variasi pola interaksi Interaksi belajar mengajar dapat divariasikan dengan metode dan strategi yang digunakan. Dengan memvariasikan metode dan strategi, pola kegiatan belajar anak akan bervariasi pula. Seperti halnya variasi media, penggunaan variasi pola interaksi harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pengajaran. Pola-pola interaksi dapat divariasikan sebagai berikut: a. Ceramah guru-tugas kelompok-diskusi kelas b. Demonstrasi keterampilan-tanya jawab-ceramah c. Observasi-diskusi kelompok-diskusi kelas d. Eksperimen-laporan kelompok-debriefing e. Tanya jawab-ceramah-tugas individual E. Penggunaan di Kelas Sebagai rambu-rambu, penerapan keterampilan mengadakan variasi tidak semata-mata individual dan berganti-ganti. Maksudnya dalam suatu penampilan mengajar, guru dapat memadukan secara serrempak beberapa keterampilan sekaligus. Namun, hal itu perlu dilandasi oleh prinsip-prinsip penggunaan seara proporsional. Sebagai gambaran dalam suatu penampilan, guru dapat memadukan penggunaan mimik, gestural dan perubahan posisi sekaligus. Bahkan dapat dipadukan dengan aspek variasi yang lain. BAB II KESIMPULAN Dari pembahasan makalah tersebut diatas maka kami dapat menyimpulkan bahwa, Penggunaan variasi pengajar yang dilakukan guru di maksudkan untuk: 1) Menarik perhatian peserta didik terhadap materi pembelajaran yang tengah dibicarakan 2) Menjaga kestabilan proses pembelajaran baik secara fisik maupun mental 3) Membangkitkan motivasi belajar selama proses pembelajaran 4) Mengatasi istuasi dan mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran 5) Memberikan kemungkinan layanan pembelajaran individual. Keterampilan variasi mengajar meliputi: 1. Variasi gaya mengajar 2. Variasi media mengajar 3. Variasi interaksi belajar mengajar DAFTAR PUSTAKA Marno, M.Pd. dan M. Idris, S.Si. Ar-Ruz Media. Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogyakarta, 1 Juni 2008
Share this article :

Blog Archive

Followers

Search This Blog

Blogger Themes

Random Post

Bagaimana Pendapat Anda dengan Blog ini?

Trending Topik

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

RussianPortugueseJapaneseKoreanArabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG
script>
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Berbagai Kumpulan Makalah - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template