Headlines News :

Lomba Blog BPJS Ketenagakerjaan

Home » » pengembangan media

pengembangan media

BAB I PENDAHULUAN Salah satu kriteria yang sebaiknya digunakan dalam pengunaan media adalah dukungan terhadap isi bahan pelajaran dan kemudahan memperolehnya. Apa bila media yang sesuai belum tersedia maka guru berupaya utuk mengembangkanya sendiri. Sebelum membahas satu persatu tentang pengembangan media pembelajaran tersebut perlu dikemukakan prinsip umum yangperlu diperhatikan pada saat mencari dan menentukan jenis media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Prinsip-prinsip itu disajikan dalam bentuk pernyataan sebagai berikut. 1. Sudahkah anda mengidentifikasi da mengungkapkan dengan jelas gagasan anda dan membatasi topik bahasan? 2. Apakah program yang dikembangkan memiliki tujuan untuk menginfor masikan, memotivasi, atau intruksional? 3. Apakah anda sudah merumuskan tujuan yang akan dicapai melalui program ini? 4. Sudahkah anda mengevaluasi karakteristik siswa yang akan mengunakan program ini? 5. Sudahkah anda siapakan kerangka (outline) isi pelajaran? 6. Sudahkah dipertimbangkan apa saja yang paling sesuai untuk mencapai tujuan. 7. Sudahkah anda membuat storyboard untuk paket pelajaran ini? 8. Apakah anda telah mempersiapkan naskah untuk frame per frame utnuk dijadikakn penuntun pada saat mengambila gambar. 9. Jika perlu, sudahkah anda menentukan orang tertentu dalam ahli dibidang masing-masing untuk membantu anda dalam mempersiapkan materi pelajaran. BAB II PEMBAHASAN A. Media Berbasis Visual Visual pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/ilustrasi, sketsa/gambar garis, grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Foto mengambarkan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari suatu objek atau situasi. Sementara itu, grafik merupakan representasi simbolis dan artistik sesuatu objek atau situasi. Jika mengamati bahan-bahan grafis, gambar, dan lain-lain. Yang ada disekitar kita, seperti majalah, iklan-aklan, papan informasi, kita akan menemukan banyak gagasan untuk merancang bahan visual yang akan menyangkut penetanan elemen-elemen visual yang akan ditampilakan. Tatanan elemen-elemen itu harus dapat menempilkan visual yang dapat dimengerti, terang atau dapat dibaca, dan dapat menarik perhatian sehinga ia mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh pengunanya. Dalam proses penataan itu harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip-prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, grafis, ruang, tekstur, dan warna. 1. Kesederhanaan Secara umum kesederhanaan itu mengacu kepada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visual. Jumlah elmen yang lebih sedikit memudahkan siswa menagkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. 2. Keterpaduan Keterpaduan mengacu kepada hubungan yang terdapat diantara elemen-elemen visualyang ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan sehinga suatu visual itu merupakan suatu bentuk menyeluruh yang dapat dikenal yang dapat membantu pemahaman pesan dan informasi yang dikandunganya. 3. Penekanan Meskipun penyajian visual dirancang sederhana mungkin, sering kaili konsep yang ingin di sajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan mengunakan ukuran, hubungan-hubungan, perspektif, warna, atau ruang penekanan dapat diberikan kepada unsur terpenting. 4. Keseimbangan Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris. Keseimbangan yang keseluruhanya simetris disebut keseimbangan formal. B. Media Berbasis Audio Visual Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah pengunaan dan pesan baru dapat direkam kembali. Disamping itu, tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kmampuan siswa. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak , materi audio dapat diguanakan untuk: 1. Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar 2. Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi 3. Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa 4. Menyiapkan vareasi yang menarik dan perubahan-perubahan tinkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau suatu masalah. 1. Radio dan Tape Pengunaan audio dalam pembelajaran dibatasi hanya oleh imajinasi guru dan siswa. Media audio dapat digunakan dalam semua fase pembelajaran mulai pengantar atau pembukaan ketika memperkenalkan topik bahasan sampai pada evaluasi hasil belajar siswa. Bahan-bahan pelajaran yang telah direkam banyak tersedia untuk berbagai bidang ilmu. Misalnya rekaman suara berbagai jenis alat musik dapat digunakan untuk bercerita kepada anak-anak, bermain, melakonkan cerita, nyayian, dan lain-lain. 2. Kombinasi slide dan suara Gabungan sidle (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis sistem multimedia ini serba guna, mudah diproduksi. Sistem multimedia ini serba guna, mudah digunakan, dan cukup efektif untuk pembelajaran kelompok atau pembelajaran perorangan dan belajar mandiri. Jika didesain dengan baik, sistem multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa dampak yang dramatis dan tentu saja dapat meninggkatkan hasil belajar. C. Media Berbasis Komputer Kemajuan tekhnologi komputer sejask muncul pada tahun 1950-an hinga tahun 1960-an sangat lamban. Ruangan besar dan jumlah orang yang banyak diperlukan untuk menjalankan komputer pada masa itu. Namun sejak tahun 1975 ketika ditemukan prosesor kecil (microprocessor) keadaan tersebut berubah secara dramastis. Prosesor kecil berisikan semua kemampuan yang diperlukan untuk memproses berbagai perintah yang sebelumnya harus dilakukan oleh peralatan yang memenuhi ruangan besar. Bahkan, perkembangan prosesor kecil itu terus berlangsung hinga kini yang yang bukan saja ukuranya menjadi lebih kecil tetapi juga keampuanya semakin besar kemampuan menangani informasi dan intruksi yang hampir tiada terbatas dengan kecepatan yang semakin tinggi. Dengan demikian, ukuran komputer menjadi kecil yang karena ukuaranya itu diberi nama “laptop” atau “notebook” yang dapat dibawa kemana-mana didalam sebuah tas jinjing kecil. Harga komputer juga semakin terjangkau untuk pengunaan dirumah hingga secara perorangan. Seperti yang telah dkemukakan sebelumnya, pengunaan komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan pembelajaran dengan bantuan komputer (Computer-assisted Instruction-CAI, atau Computer assisted Learning CAL). Dilihat dari situasi belajar dimana komputer digunakan untuk tujuan menyajikan isi pelajaran, CAI bisa berbentuk tutorial, drills and practice,simulasi, dan permainan. 1. Tutorial Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi atau peasan berupa suatu konsep disajikan dilayar komputer dengan teks, gambar, atau grafik. 2. Drills and Practice (latihan) Latihan untuk mempermahir keterampilan atau memperkuat penguasaan konsep dapat dilaikukan dengan modus drills and praktice. Komputer mempersiapkan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan yng bisa ditemukan dalam buku atau lembaran kerja woorbook. Misalnya, soal mate,matika sederhana, menentukan sudut segi tiga, menghitung luas berbagai bentuk geometrik seperti empat persegi panjang, kubus, bujur sangkar, lingkaran, dan lain-lain. 3. Simulasi Program simulasi dengan bantuan komputer mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi didunia nyata, misalnya siswa mengunakan komputer untuk mensimulasikan menerbangakan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau manipulasi pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir. 4. Permainan Intruksional Program permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Permainan intruksional yang berhasil mengabungkan aksi-aksi permainan vidio dan keterampilan pengunaan papan kecil pada komputer. 5. Faktor Pendukung Keberhasilan CAI Keberhasilan pengunaan komputer dalam pengajaran amat tergantung pada berbagai faktor seperti proses kognitif dan motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, para ahli telah mencoba untuk mengajukan prinsip-prinsip perancang CAI yang diharapkan bisa melahirkan program CAI yang efektif. 1. Belajar harus menyenagkan 2. Intraktivitas 3. Kesempatan untuk berlatih harus memotivasi, cocok, dan tersedia Feedback 4. Menuntun dan melatih siswa dengan lingkunagan informal D. Multi Media Berbasis Komputer Dan Inter-Active Vidio Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup, dapat dilihat dari layar monitor atau ketika diproyeksikan kelayar lebar melalui overhead projector, dan dapat didengar suaranya, dilihat gerakannya (vidio atau animasi). Multimedia bertujuan untuk menyajikan informasi dal;am bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti, karena sebanyak mungkin indera, terutama telinga dan mata, digunakan untuk menyerap informasi itu. Multimedia berbasis komputer ini sangat menjanjikan untuk pengunaanya dalam bidang pendidikan. Meskipun saat ini pengunaan media ini masih diangap mahal, dalam beberapa tahun mendatang biaya itu akan menjadi rendah dan dapat terjangkau sehingga dapat digunakan secara meluas diberbagai jenjang sekolah. BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan makalah diatas maka penulis dapat menyimpulkan: Dalam proses penataan itu harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip-prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, grafis, ruang, tekstur, dan warna. 1. Kesederhanaan 2. Keseimbangan 3. Penekanan 4. Keterpaduan Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak , materi audio dapat diguanakan untuk: 1. Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar 2. Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi 3. Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa 4. Menyiapkan vareasi yang menarik dan perubahan-perubahan tinkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan atau suatu masalah. Keberhasilan pengunaan komputer dalam pengajaran amat tergantung pada berbagai faktor seperti proses kognitif dan motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, para ahli telah mencoba untuk mengajukan prinsip-prinsip perancang CAI yang diharapkan bisa melahirkan program CAI yang efektif. 1. Belajar harus menyenagkan 2. Intraktivitas 3. Kesempatan untuk berlatih harus memotivasi, cocok, dan tersedia Feedback 4. Menuntun dan melatih siswa dengan lingkunagan informal DAFTAR PUSTAKA Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A. Media Pembelajaran. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 1996
Share this article :

Followers

Search This Blog

Blogger Themes

Random Post

Bagaimana Pendapat Anda dengan Blog ini?

Trending Topik

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

RussianPortugueseJapaneseKoreanArabic Chinese Simplified
SELAMAT DATANG
script>
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Berbagai Kumpulan Makalah - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template